Jalan terakhir yang biasanya akan diambil oleh masyarakat yang sedang terpuruk akibat krisis keuangan adalah dengan ambil pinjaman atau dengan berhutang. Salah satunya adalah dengan menggadaikan sertifikat rumah mereka. Bukan tanpa alasan, melainkan karena memang nilai atau harga dari sertifikat rumah ini begitu besar, jika dibandingkan dengan jenis pinjaman yang lainnya. Sejalan dengan hal tersebut, maka resikonya sendiri juga cukup besar dibandingkan dengan pinjaman yang lainnya.

Ada banyak sekali diantara pilihan lembaga yang dapat dituju untuk mendapatkan pinjaman dengan cara menggadaikan atau menjadikan sertifikat rumah tersebut sebagai agunan. Mulai diantaranya adalah bank dan juga lembaga pembiayaan non bank. Hanya saja jika seandainya Anda menginginkan jaminan keamanan, dibandingkan dengan lembaga pembiayaan non bank, maka lebih dianjurkan menjadikan bank sebagai pilihan utama. Hanya saja sudah pasti di dalam pengajuan pinjaman yang satu ini ada plus dan minusnya, berikut ini yang harus diketahui, yaitu:

Keuntungan:

  1. Plafon pinjaman besar, dibandingkan dengan lembaga keuangan non bank, maka modal yang dimiliki oleh bank lebih kuat, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman dengan nominal yang besar. Bahkan sampai milyaran rupiah, semuanya disesuaikan dengan kondisi agunan tersebut, karena semakin besar dan mewah sebuah hunian maka plafon pinjamannya juga semakin besar.
  2. Bunga bersaing, bank sendiri umumnya juga menerapkan suku bunga yang cenderung lebih bersaing jika dibandingkan dengan lembaga pembiayaan non bank, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh OJK. Sehingga tidak akan terasa terlalu membebani Anda di dalam hal pembayarannya nanti.
  3. Jaminan keamanan, karena memang barang yang diagunkan tersebut sudah difasilitasi dengan asuransi, maka tidak perlu khawatir jika seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mengingat semuanya sudah dijamin oleh asuransi, sehingga membuat Anda akan lebih aman.
  4. Tenor panjang, bahkan jika berbicara mengenai tenor yang diberikan oleh pihak bank, yaitu terkait dengan jangka waktu untuk melunasi hutang tersebut, maka bisa dikatakan cukup panjang, itulah mengapa nantinya Anda tidak perlu khawatir mengenai cicilan, karena semakin panjang tenor yang diberikan, maka memungkinkan debitur mendapatkan cicilan yang semakin ringan. Jadi tidak terasa membebani keuangan Anda.
  5. Prosedur yang sesuai dengan aturan sehingga memungkinkan keamanan, tidak ada istilah barang jaminan akan langsung dilelang begitu saja, seperti yang sering kali dilakukan oleh perusahaan pembiayaan non bank, sudah ada prosedur yang berlaku sehingga akan lebih menjamin keamanan.

Kerugian:

  1. Syaratnya lebih rumit, memang dibandingkan dengan lembaga pembiayaan non bank, maka bank ini biasanya menerapkan syarat yang jauh lebih rumit atau banyak. Sehingga memungkinkan pengajuan akan ditolak juga semakin tinggi, jika seandainya ada sedikit saja hal yang tidak memenuhi kriteria.
  2. Prosedurnya cukup lama, sehingga kurang cocok bagi yang tengah membutuhkan dana darurat, sementara itu dari segi prosedur mulai dari pengajuan awal, tahap interview sampai dengan menunggu pencairan dana tersebut cukup lama, biasanya memakan waktu selama berminggu-minggu, sehingga untuk mereka yang tengah membutuhkan uang secara cepat atau darurat maka bukan pilihan tepat.

Setidaknya itulah beberapa poin plus dan juga minus ketika ingin menggadaikan sertifikat rumah ke bank. Pikir-pikir lagi jika memang ingin mendapatkan pinjaman dengan cara ini, jika seandainya income atau keuangan Anda belum begitu mumpuni untuk membayar cicilan setiap bulannya, karena hunian atau rumah Anda yang akan jadi jaminan.

Plus Minus Menggadaikan Sertifikat Rumah ke Bank